Home Berita 4 Kerugian Indonesia Akibat Penyerangan Drone ke Kilang Minyak Terbesar Dunia

4 Kerugian Indonesia Akibat Penyerangan Drone ke Kilang Minyak Terbesar Dunia

24
0

Merdeka.com – Serangan terhadap fasilitas kilang di Abqaiq dan Khurais memotong pasokan minyak mentah Arab Saudi sekitar 5,7 juta barel per hari atau sekitar 50 persen dari produksi normal. Padahal, Arab Saudi adalah pengekspor minyak terbesar di dunia, mengirimkan lebih dari tujuh juta barel setiap harinya.

Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, menjelaskan bahwa Riyadh akan memanfaatkan kilang cadangan besar untuk menutup celah kekurangan, sehingga ekspor dapat berlanjut seperti biasa minggu ini.

Namun, instabilitas harga diperkirakan akan terus terjadi hingga berminggu-minggu sebelum fasilitas Saudi kembali pulih sepenuhnya. Kendati demikian, Riyadh menjelaskan bahwa ‘situasi telah terkendali’.

Presiden dari Rapidan Energy Group, Robert McNally, mengatakan harga minyak dunia akan naik sedikit. Namun, dampak paling terasa terjadi pada ekonomi dunia yang merosot. “Abqaiq sejauh ini adalah fasilitas minyak terpenting dunia,” ujarnya.

Lalu bagaimana dampak penyerangan fasilitas kilang terbesar milik Saudi terhadap Indonesia sendiri? Berikut rangkuman sejumlah analisa pakar dan pemerintah.

1. Harga Minyak Dunia Naik, BBM Bakal Makin Mahal

Pengamat Energi dari Indonesian Resources Studies, Marwan Batubara, mengatakan kejadian tersebut secara dampak akan mempengaruhi harga minyak mentah dunia. Sebab, Arab Saudi harus kehilangan separuh persediaan minyak mentahnya.

“Tidak hanya di Indonesia secara umum kan ke dunia. Seberapa besar itu produksinya si Aramco per hari dan mempengaruhi pasokan bahan bakar minyak (BBM) terutama,” kata dia saat dihubungi merdeka.com.

Marwan mengatakan dengan berkurangnya pasokan minyak mentah, maka membuat harga minyak dunia bakal melonjak. Mau tidak mau hal ini kemudian berimbas pada kenaikan BBM tak terkecuali di Indonesia.

“Sebetulnya harga minyak itu kan sekarang sekitar di USD 50 per barel. Tapi dengan kondisi sekarang dan subsidi energi (di Indonesia) dikurang-kurangi potensi cukup naik bisa saja terjadi,” kata dia.

2. Kehilangan Pasokan Impor Minyak

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan, pasca serangan 2 kilang minyak terbesar Arab Suadi, Indonesia akhirnya membeli minyak dari perusahaan minyak Amerika Serikat.

Sebelumnya, Indonesia mengimpor minyak dari kilang di Abqaiq dan Khurais sebanyak 110 ribu barel per hari‎. Namun, saat ini fasilitas tersebut berhenti beroperasi sejak Sabtu (14/9) akibat penyerangan tersebut. “Karena kilang yang terbakar produksinya stop, mau ditaruh di mana kan,‎” kata Djoko.

3. Ganggu Ekonomi

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan kenaikan harga minyak memang akan berdampak pada ekonomi dalam negeri. Meski demikian, pihaknya belum menghitung seberapa besar dampaknya terhadap Indonesia.

“Itu tergantung berapa lama itu (perbaikan kilang) selesainya. Ya namanya dunia ada insiden seperti gitu ya, jangan terlalu di inilah (khawatir). Kecuali kebakaran habis, tidak bisa dibetulin lagi, baru pusing kita. Tapi itu akan ada dampaknya,” jelasnya.

Menteri Sri Mulyani menambahkan penyerangan tersebut telah berimbas pada kenaikan harga minyak dunia hanya dalam waktu satu hari.

“Jadi disrupstion ini akan menimbulkan kenaikan (harga) dan sudah terlihat dari harga minyak sekarang meningkat hanya waktu sehari. Kita akan lihat apakah dampaknya akan permanen atau hanya sebatas singkat,” tuturnya.

4. Harga Minyak Dunia Dekati Asumsi ICP pada APBN

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto, mengatakan saat ini harga minyak mengalami kenaikan ke level USD 67 per barel. Sebelum peristiwa meledaknya kilang akibat serangan drone, harga minyak dunia sekitar USD 60.

“Kemarin USD 67,10 brent, hari ini brent USD 67,83. Turun 0 koma sekian,” kata Djoko.

Sementara, pemerintah memprediksi harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) di APBN 2019 pada level USD 70 per barel. Namun, menurutnya, harga minyak dunia masih mendekati kisaran yang diprediksi pemerintah.

Sumber: https://www.merdeka.com/uang/4-kerugian-indonesia-akibat-penyerangan-drone-ke-kilang-minyak-terbesar-dunia.html

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!